MENGAJI HUKUM

Guru Cilik SUPANTO

CYBER CRIME

Apr-17-2010 By Supanto

TINDAK PIDANA  TEKNOLOGI INFORMASI

CYBER CRIME

 

KEJAHATAN DIMENSI BARU

DAMAPAK  LUAS : NASIONAL + INTERNSIONAL

CRIME IS A PRODUCT OF SOCIETY ITS SELF

Kriminologi menghadapi kejahatan transnasional melalui :
T
indakan preventif dan sanksi pidana, yang berkesinambungan.  

Kejahatan dengan motif ekonomi terlihat tetap akan menonjol berbarengan dengan globalisasi ekonomi, terorisme dengan modus operandi  tetap harus diwaspadai

 

Perkembangan Teknologi Informasi

Memberi dampak pada batas yurisdiksi kedaulatan hukum pidana

 

Perlu diperhatikan tentang yurisdiksi kriminal dalam suatu analisis teoritis maupun empiris

=è Peletakan konsep yang diakui oleh semua bangsa dan negara

 

 

Fenomena Kejahatan Transnasional —-berkembang pesat

Melalui penggunaan teknologi informasi— semakin sulit ditanggulangi.

Kejahatan Transnasional meliputi :

      money laundering,

       narkoba,

       genocide,

       pemalsuan uang,

       illegal loging,

       perdagangan  manusia,

      pembajakan

       pesawat udara,

       perampokan di

        wilayah laut

       internasional,  

        terorisme,

       Korupsi

       jenis-jenis cybercrime  

 

 

GLOBALISASI —- PEREKEMBNGAN  IPTEK=E-Economy new network economy= VIRTUAL COMPANY

Berkembangnya teknologi informasi maraknya aplikasi internet 

–percepatan globalisasi perdagangan, dan  — perkembangan kejahatan trans-nasional, seperti :

(1)        the international drug trade

(2)        environmental criminality

(3)        transnational economic criminality, including international organized criminality, money laundering and computer criminality

(4)        maritime crime

(5)         political aggression, suppression, and corruption terrorism

 

KEJAHATAN EKONOMI GLOBAL sebagai perbuatan PENYIMPANGAN DALAM KEGIATAN EKONOMI, dari dampak Globalisasi Ekonomi & Perkembangan IPTEK :

   Pelaku     =      W C C

   Tidak perseorangan  —korporasi   =   CORPORATE CRIME

   Pengelolaan —terorganisasi        =     ORGANIZED CRIME

   Lingkup beroperasi –antarnegara   =   TRANSNATIONAL CRIME

  Modus operandi — teknologi       =        HIGH-TECH CRIME

 

àPERKEMBANGAN KEJAHATAN=DIMENSI BARU—-PELAKU PROFESIONAL

§  CYBER CRIME=KEJAHATAN DIMENSI BARU DAMPAK  LUAS : NASIONAL + INTERNSIONAL

§  CRIME IS A PRODUCT OF SOCIETY ITS SELF

=Secanggih teknologi diciptakan, secanggih pula kejahatan dilakukan ç=== IPTEK –PENANGGULANGAN

 

Kebijakan penanggulangan kejahatan àperkembangan tipe kejahatan

Oleh karena itu, diperlukan inisiatif pengembangan cara penanggulangan  :

A.C ‘t Hart : A tougher approach is thought to be appropriate, especially in the case of organized crime, and for this reason extra capacity must be created .

Pendefinisian tindak pidana bertujuan :

(1)        melarang dan mencegah perbuatan yang tidak benar dan tidak dapat dimaafkan, yang menimbulkan atau mengancam kepentingan individu maupun masyarakat secara sangat merugikan,

(2)         memberikan peringatan secara adil yang dinyatakan terhadap perbuatan nyata, untuk menentukan suatu tindak pidana,

(3)         melindungi  perbuatan  yang tanpa kesalahan memperoleh hukuman  sebagai kejahatan,

(4)         memberlakukan kontrol  masyarakat terhadap seseorang yang disangka melakukan perbuatan yang diatur sebagai kejahatan,  

(5)         membedakan   tindak pidana yang berat dan  yang ringan (serious and  minor offences) atas dasar prinsip yang beralasan.

 

Upaya penanggulangannya, dikenal pengaturan hukum bersifat: “the cosmopolitan model “=tidak hanya memelihara the national public order, tetapi juga memperkuat a global public order.

— berhubungan dengan secara obyektif kejahatan yang berkembang  bersifat menyerang  values recognized as universal, 

— dan guna merespon perkembangan global crime sebagai  global war .

PENAL POLICY —- PER-UU-AN terhadap CYBER LAW:

1)     usaha membuat undang-undang yang mengatur mengenai kegiatan di cyberspace atau cyber law memang perlu. Mengingat luas lingkup pengaturannya, maka undang-undang ini akan menjadi semacam payung untuk semua bentuk perundang-undangan yang mengatur berbagai jenis kegiatan di cyberspace.

2) usaha memperluas peraturan pidana (KUHP) yang ada dengan penafsiran itu terkadang tidak tepat karena perbedaan paradigma antara undang-undang itu dengan intisari dari peristiwa yang terjadi di cyberspace. KUHP mendatang perlu disiapkan, dengan memperluas pengertian mengenai berbagai hal agar dapat menjangkau kegiatan di cyberspace.

 

PENYALAHGUNAAN KOMPTER à KEJAHATAN bersifat interconnecting computer worldwide.

Tipe kejahatan komputer :

(1)tujuan profit, === computer fraud,

(2)    tujuan terrorism or mischief == the creation of computer viruses or rub-outs (computer sabotage) .

 

Workshop  on Crime Related to the Computer Network  :

        Cyber crime refers to any crime that can be commited by means of a computer system or network, in a computer system or network or against a computer system or network. In principle, it encompasses any crime capable of being commited in an electronic environment. In this paper, “crime” refers to forms of behaviour generally defined as illegal, or likely to be criminalized within a short period of crime .

     (Kejahatan mayantara mengacu pada beberapa kejahatan yang dapat dilakukan dengan piranti sistem atau jaringan komputer, dalam suatu sistem atau jaringan komputer atau melawan sistem atau jaringan komputer. Pada prinsipnya, itu meliputi beberapa kejahatan dengan kemampuan yang dilakukan pada lingkungan elektronik. Pada paper ini, ” kejahatan” mengacu pada bentuk kelakuan yang biasanya didefinisikan sebagai illegal,  atau mungkin dikriminalisasikan segera sebagai kejahatan).

      Sue Titus Reid:   Computer crime may also take the form of threats of force directed against the computer itself. These crime are usually “sabotage” or “ransom” cases.  Computer crime cases have one commonality: the computer is either the tool or the target of the felon.

 

Subcategories of cyber crime:

(a) cyber crime in a narrow sense (“computer crime”): any illegal behaviour directed by means of electronic operations that targets the security of computer systems and the data processed by them (berbagai perilaku penyimpangan/illegal yang dikendalikan langsung  dengan  alat yang bekerja secara elektronik  dengan sasarannya keamanan sistem komputer dan proses datanya), 

(b)  cyber crime in a broader sense (“computer -related crime”): any illegal behaviour  commited by means of, or in relation to, a computer system or network, including such crimes as illegal possession, offering or distributing information by means of a computer system or network (berbagai perilaku penyimpangan/illegal yang dilakukan dengan alat atau berhubungan dengan sistem atau jaringan komputer, yang meliputi  kejahatan menguasai, menawarkan, dan menyebarluaskan  secara tidak sah informasi melalui alat dari suatu sistem atau jaringan komputer).

Computer-related crime :

1)   theft of telecommunications services,

2)   communications in furtherance of criminal conspiracies,

3)   information piracy, forgery, and counterfeiting, 

4)   dissemination of offensive materials,

5)    electronic money laundering and tax evasion,

6)    electronic vandalisme and terrorism,

7)   sales and invesment fraud,

8)      illegal interception of telecommunications,

9)   electronic funds transfer fraud

 

Computer crime” (Sue Titus Reid) :

§  1) data diddling: cara yang paling umum, paling mudah, dan paling aman, meliputi tindakan merubah data yang akan dimasukkan ke dalam komputer, atau yang ada dalam komputer,

§  2) the trojan horse method :  memerintahkan komputer untuk melakukan  fungsi secara tidak wenang sebaik fungsinya yang dikehendaki,

§  3) the salami technique, menunjuk pada pengambilan sejumlah kecil  milik dari sumber yang lebih besar tanpa  mengurangi secara berarti  keseluruhannya

§  4) superzapping, — suatu saat komputer berfungsi salah, membutuhkan program yang disebut “break glass in case of emergency”. Program ini “menghindari semua  kontrol utk merubah atau menyingkapkan beberapa isi komputer”. Di tangan yang salah, hal tsb  dpt dijadikan alat kejahatan yang sangat kuat.

§  5) data leakage meliputi  penghilangan informasi dri sistem komputer atau fasilitas komputer.

 

 Arthur J. Carter IV  and  Audrey Perry, 

Computer Crime

computer –related crimes =

          Terdapat 3 kategori berdasarkan peran komputer dalam  kejahatan khusus :

1.   komputer kemungkinan menjadi “obyek” kejahatan,

2.    komputer kemungkinan menjadi “subyek” kejahatan,

3.   komputer kemungkinan menjadi “instrumen” yang dipakai untuk melakukan kejahatan tradisional.

 

PELANGGARAN HUKUM DI DUNIA MAYA

(Depkominfo):

1.   PELANGGARAN ISI SITUS WEB:

a.Pornografi

b.   Pelanggaran hak cipta

 

2.   KEJAHATAN DLM PERDAGANGAN SECARA ELEKTRONIK (E-COMMERCE):

a.   Penipuan online

b.   Penipuan pemasaran berjenjang online

c.   Penipuan kartu kredit

 

3.   PELANGGARAN LAINNYA:

a.   Recreational hacker

b.   Cracker/criminal minded hacker

c.   Political hacker

d.   Denial of service attack

e.   Viruses

f.    Pembajakan (piracy)

g.   Fraud

h.   Phising

i.     Perjudian

j.     Cyber stalking

 

 

YANG HARUS DILINDUNGI  SISTEM JARINGAN GLOBAL BERBASIS INTERNET (CYBER SPACE):

1.   ISI/SUBTANSI DATA  DAN ATAU INFROMASI

2.   SISTEM PENGOLAHAN  INFORMASI

3.   SISTEM KOMUNIKASI

4.   MASYARAKAT

 

PENYALAHGUNAAN:

www.klikbca.com

www.washingtonpost.com

www.microsoft.com

www.clikbca.com

www.klikbac.com

www.washingtonpos.com

www.micosoft.com

 

CYBER CRIME/KEJAHATAN DUNIA CYBER

UPAYA MEMASUKI DAN ATAU MENGGUNAKAN FASILITAS KOMPUTER ATAU JARINGAN KOMPUTER TANPA IJIN DAN  DNG MELAWAN  HUKUM DNG ATAU TANPA MENYEBABKAN PERUBAHAN DAN  ATAU KERUSAKAN  PADA FASILITAS  YG DIMASUKI ATAU DIGUNAKAN TERSEBUT

 

HACKER: mencincang, membacok

= menyusup  atau melakukan  perusakan melalui komputer.

=  ORANG2 YG GEMAR MEMPELAJARI   SELUK-BELUK SISTEM KOMPUTER DAN BEREKSPERIMEN  DENGAN KOMPUTER.

 

 

JENIS2 KEJAHATAN— CIRI2 KHUSUS CYBER CRIME :

1.  NON-VIOLENCE

2.  MINIMAL KONTAK FISIK

3.  MENGGUNAKAN  PERALATAN DAN TEKNOLOGI

4.  MEMANFAATKAN JARINGAN  TELEMATIKA GLOBAL

 

 

 

  1. Casey Said,

    impolitic@pfau.uncounted” rel=”nofollow”>.…

    ñïñ çà èíôó!…

  2. casey Said,

    decorticated@pops.cycly” rel=”nofollow”>.…

    tnx for info!!…

  3. adrian Said,

    exonerated@minutes.yokel” rel=”nofollow”>.…

    áëàãîäàðåí!…

  4. Clifton Said,

    daylight@vise.diffusion” rel=”nofollow”>.…

    ñýíêñ çà èíôó….

  5. Chester Said,

    johns@sewickley.wastebasket” rel=”nofollow”>.…

    good!…

  6. Cody Said,

    orzae@disposition.chlorides” rel=”nofollow”>.…

    thanks!!…

  7. Brett Said,

    orioles@screamed.podolia” rel=”nofollow”>.…

    ñýíêñ çà èíôó!!…

  8. ernesto Said,

    knuckle@relentlessness.hang” rel=”nofollow”>.…

    áëàãîäàðåí….

  9. roger Said,

    readers@theres.sensory” rel=”nofollow”>.…

    good info!!…

Add A Comment